Portal Indonesia
Habibie

Diduga Gelapkan Uang SMS, Oknum Sekdes dan Mantan Bendahara Desa Peleyan Dilaporkan Warga

berita terkini
Sejumlah perwakilan warga saat melaporkan persolan SMS dan biaya pengurusan SMS kepada Kades Peleyan di Kantor Desa Peleyan, Kecamatan Penarukan, Kabupaten Situbondo.
ramadhan

PORTAL INDONESIA, SITUBONDO - Program sertifikat massal swadaya (SMS) yang dilaksanakan di Desa Peleyan, Kecamatan Penarukan, Kabupaten Situbondo, rupanya belum sepenuhnya dipercaya masyarakat.

Bahkan, program SMS yang dilaksanakan tahun 2015 lalu di Desa Peleyan tersebut menimbulkan keresahan dan kecemasan banyak warga peserta SMS. Sebab, sertifikat tersebut hingga saat ini belum terbit dan biaya untuk pengurusan sertifikat yang telah mereka serahkan kepada oknum Sekdes Peleyan berinisial SH dan mantan Bendahara Desa Peleyan berinisial SYD belum dikembalikan kepada warga peserta SMS. 

Sehingga banyak warga peserta SMS timbul dugaan, bahwa biaya pengurusan SMS diduga telah digelapkan oleh dua orang oknum tersebut. 

Tak bisa membendung rasa keresahan dan kecemasan, akhirnya warga peserta program SMS mendatangi Kantor Desa Peleyean untuk melaporkan persolan SMS dan biaya pengurusan SMS kepada Kepala Desa Peleyan. 

"Kami mendatangi Kantor Desa Peleyan dan telah melaporkan persoalan sertifikat massal swadaya (SMS) ke pak Tinggi (Kades) Peleyan pada Rabu kemarin (12 Februari 2020)," ungkap Sri bersama sejumlah perwakilan warga, usai melapor ke Kades Peleyan, Jumat (14/02/2020). 

Sri dan warga peserta SMS menyampaikan kekecewaannya terhadap ulah oknum Sekdes dan mantan Bendaha Desa Peleyean. 

"Kami semua ini kecewa mas. Saya sudah bayar jutaan, dan hal ini bukan cuma terjadi sama saya saja. Banyak warga yang senasib dengan saya. Beberapa hari lalu saya mendatangi rumah oknum sekdes itu, namun yang bersangkutan (SH) selalu tidak bisa ditemui," bebernya. 

Menurut Sri, sebelum itu, yakni saat hampir pemilihan kades pada bulan Oktober 2019 lalu, pernah menemui oknum Sekdes Peleyan. Namun jawaban dari dia (HS) membuat bingung. 

"Waktu hampir Pilkades 2019, saya bersama suami menemui dia. Saya menanyakan keuangan program SMS yang telah diterima dia (SH). Tapi jawabanya dia (SH), bahwa uang tersebut ada di mantan Kades Peleyaan berinisial S. Jadi saya bingung mas, yang bener ini siapa. Lagian kalo program SMS itu tidak bisa terlaksana, kenapa uangnya tidak dikembalikan saja," beber Sri. 

Keteka dikonfirmasi terkait laporan warga peserta program SMS, Kades Peleyan, Munakip mengatakan banyak warga peserta SMS yang telah melaporkan terkait tidak terbitnya SMS dan tidak dikembalikannya biaya pengurusan SMS. 

"Saking banyaknnya laporan itu, saya merasa kasihan kepada warga saya sendiri mas. Yang jelas, saya akan menindak lanjuti laporan warga, dan saya sampaikan kepada warga yang ada kaitannya terkait persoalan program SMS itu harap bersabar dulu," beber Munakip. 

Sampai berita ini tayang, baik oknum Sekdes (SH) belum bisa dikonfirmasi karena tidak masuk kantor. Sedangkan SYD tidak ada di rumah saat didatangi ke kediamannya. 

Reporter : Rahman
Editor : Abdul Hakim
444
Berita Sebelumnya Asyik Pesta Ciu, 8 Anak Punk Diamankan
Berita Selanjutnya Tempati Kantor Baru, LSM GMBI Distrik Purworejo Gelar Tasyakuran 

Komentar Anda