Portal Indonesia
Habibie

Wow! Giliran 4 Perangkat Desa Kesambirampak yang Dipecat, Ini Alasan Kades Legiono 

berita terkini
4 orang Perangkat Desa Kesambirampak bersama Ketua LSM Buser, Abd Rahman (tengah)
ramadhan

PORTALINDONESIA.NET, SITUBONDO - Sebanyak 4 orang Perangkat Desa Kesambirampak, Kecamatan Kapongan, Kabupaten Situbondo, mendadak diberhentikan dari jabatannya oleh Kepala Desa Kesambirampak yang saat ini baru menjabat satu bulan. 

Empat orang perangkat desa yang diberhentikan dari jabatannya tersebut, yakni Mawardi (Kasie Kesra), Ismaini (Bendahara), Kaur Perencanaan Heri Ifan (Kaur Perencanaan), dan Junaidi (Kadus Pajukoan). 

Surat edaran pemberhentian perangkat desa tersebut diterima oleh Nahrawi, Ismaini, Heri Ifan, dan Junaidi pada tanggal 28 Januari 2020. 

Hal ini membuat keempat orang itu terkejut. 

"Surat pemecatan diterima kami berempat saat diluar jam kerja, yakni jam 10 malam pada hari Selasa tanggal 28 Januari 2020. Surat pemecatan itu diantarkan oleh kepala dusun," ungkap Mawardi mewakili ketiga rekannya (Ismaini, Heri Ifan, dan Junaidi), Jumat (31/01/2020). 

Sebelumnya, Kepala Desa Kesambirampak juga pernah menyodorkan surat bermaterai kepada keempat perangkat desa tersebut untuk mengunduran diri dari jabatannya.

"Kami sempat diminta untuk mengundurkan diri dengan mengisi surat pernyataan yang bermaterai. Tapi kami tidak bersedia dan menolak menanda tangani surat bermaterai itu," ujar Mawardi. 

Pada saat itu, Mawardi pun menanyakan alasan kepala desanya yang meminta agar dirinya (Mawardi) harus menandatangani surat pengunduran diri. Padahal saat itu kepala desa baru menjabat beberapa hari dan menurut Mawardi seharusnya yang lebih pantas diberhentikan itu adalah kerabat desa yang sudah berusia 60 tahun dan tidak memiliki ijazah (SMA).

"Entah kenapa saat itu saya diminta olehnya untuk mengundurkan diri. Saat saya menanyakan alasannya, kepala desa saat itu menjawab karena saya dianggap tidak netral ketika proses Pilkades beberapa bulan lalu, dan saat pelantikan saya dianggap tidak membaur dengan teman - teman lain (tim suksesnya). Padahal saya dan kawan -kawan menyambutnya di balai desa, meski tidak ikut ke tempat pelantikan. Saya yakin bahwa saya adalah korban politik," beber Mawardi. 

Mawardi menceritakan, pasca menerima surat pemberhentian, selanjutnya pada Rabu (29/01/2020) pergi ke kantor Kecamatan Kapongan untuk meminta petunjuk dan kejelasan karena pada surat pemberhentian itu salah satu tembusannya ditujukan kepada Camat Kapongan. 

"Ternyata saat itu pihak Kecamatan Kapongan belum menerima surat pemecatan empat Perangkat Desa Kesambirampak, dan pihak kecamatan tidak bisa mengambil keputusan karena baru tahu ada pemecatan beberapa Perangkat Desa Kesambirampak," terang Mawardi. 

Rekan disamping Mawardi, Ismaini, turut angkat bicara. "Kami diberhentikan seharusnya ada rekom dari camat dan kami pernah disodorkan surat pernyataan untuk tandatangan oleh kepala desa, tapi kami tidak mau," tandas Ismaini.  

Atas apa yang dialaminya, membuat keempat orang tersebut semakin tidak terima karena dinilai pemberhentian tersebut sepihak dan tanpa alasan yang jelas. 

Selanjutnya Mawardi bersama Ismaini, Heri Ifan, dan Junaidi meminta LSM Buser untuk mendampingi dalam persoalan tersebut. 

Ketua LSM Buser, Abd Rahman mengatakan, pada surat pemberhentian itu ada hal yang janggal. "Logo Pancasila pada kop suratnya, saya lihat sudah salah," ungkap Rahman. 

Selain itu, dalam pemberhentian Perangkat Desa tidak semerta merta langsung memberhentikan. Pertama, ada tegoran lisan. Kedua, ada tegoran tertulis. Ketiga, ada tegoran keras, dan keempat adalah surat pengajuan pemberhentian atas dasar rekomemdasi dari Camat. 

Dan secara aturan berdasarkan Undang-undang pengangkatan dan pemberhentian kerabat desa harus terlebih dahulu ada pemberitahuan kepada Kecamatan dan harus jelas pokok masalahnya. Pertama, sudah habis masa jabatan usia 60 tahun. Kedua, faktor pendidikan tidak tidak tamat sekolah menenga atas (SMA). Ketiga, tersandung masalah hukum pidana. Dan keempat, karena berhalangan sakit parah dan mengundurkan diri secara sadar. 

"Saya tunggu etikat baik dari Kepala Desa kesambirampak agar mencabut surat pemberhentian empat perangkat desanya. Dari proses pemberhentian keempat perangkat desa itu saja, sudah salah kaprah tidak sesuai aturan. Secara otomatis menurut saya, surat pemecatan itu cacat secara hukum," tandas Rahman. 

Ketika dikonfirmasi terkait pemecatan keempat perangkat desa, Kepala Desa Kesambirampak, Legiono menyampaikan alasan karena keempat perangkat desa tersebut tidak netral dan tidak membaur. "itu saja alasannya," imbuhnya. 

Jika dicermati, alasan Kepala Desa Kesambirampak tersebut persis dengan pernyataan yang disampaikan oleh Mawardi saat dikonfirmasi Portal Indonesia. 

Reporter : Tim
Editor : Abdul Hakim
444
Berita Sebelumnya Polres Probolinggo Ungkap Kasus 8 Pelaku Setubuhi Anak Dibawah Umur
Berita Selanjutnya Tempati Kantor Baru, LSM GMBI Distrik Purworejo Gelar Tasyakuran 

Komentar Anda