Portal Indonesia
Habibie

Menengok Terobosan dan Kebijakan Yayasan Al Mizan di Silo Jember  

berita terkini
Pintu gerbang masuk komplek Yayasan Al Mizan di Dusun Sumber Pakem, Desa Silo, Kecamatan Silo, Kabupaten Jember.
ramadhan

PORTAL INDONESIA.NET, JEMBER - Yayasan Al Mizan yang beralamatkan di Jl  Al-Mizan No 07 Dusun Sumber Pakem, Desa Silo Kecamatan Silo, Kabupaten Jember, seakan tak mengenal lelah dengan trobosan-trobosan baru yang berfungsi untuk pemerataan hak pendidikan sebagai warga Negara Indonesia. 

Dalam menunjang kelangsungan kegiatan belajar mengajar (KBM) siswa yang menuntut ilmu di SMP dan SMA Islam Al Mizan, pihak yayasan memiliki kebijakan dan terobosan. 

Salah satu terobosan pihak Yayasan Al Mizan, adalah program antar jemput gratis bagi siswa yang berada di daerah terpencil. 

Hal tersebut dilatar belakangi dengan kebiasaan sebagian masyarakat di daerah terpencil seperti di lereng bukit pengunungan di Dusun Karang Baru yang memiliki kebiasaan unik, yaitu lebih mementingkan pekerjaan buruh tani dari pada pendidikan (sekolah). 

Seperti informasi yang berhasil dihimpun portal Indonesia saat mengikuti proses antar jemput siswa di lereng bukit pengunungan di Dusun Karang Baru. 

Seorang tokoh masyarakat di Dusun Karang Baru, Subai mengatakan, tidak sedikit warga yang berpendapat, bahwa sekolah atau pendidikan itu butuh proses waktu lama untuk mendapatkan penghasilan. "Tapi kalau tidak sekolah, bisa langsung dapat pengasilan dengan cara jadi buruh tani atau yang lainnya," imbuhnya. 

(Kendaraan roda 4 untuk antar jemput siswa yang sekolah di Yayasan Al Mizan)

Sementara itu, Pengurus Yayasan Al Mizan, Ady Irawan mengatakan, melihat kondisi letak geografis Dusun Karang Baru yang sangat terpencil dan susah dicapai tersebut, Yayasan Al-Mizan mempunyai inisiatif untuk memfasilitasi siswa dengan menyediakan kendaraan antar jemput siswa. "Tujuannya untuk menumbuhkan minat belajar siswa dan orang tua agar bisa menyekolahkan anaknya yang tamatan SD ke jenjang SMP dan SMA," jelasnya. 

Namun demikian menurut Ady, masih banyak keterbatasan yang tidak tersedia di Yayasan Al-Mizan. "Untuk itu, kami sangat membutuhkan perhatian dari pemerintah demi mewujudkan generasi penerus di wilayah sini memiliki pendidikan yang kelak berguna untuk membangun daerahnya," tutup Ady.

Reporter : Sofyan Saury
Editor : Abdul Hakim
444
Berita Sebelumnya Tokoh Lintas Partai, Pimpinan Partai Kecamatan Silo Sepakat Serukan Persatuan
Berita Selanjutnya Komisi D: Soal Perundungan Siswa SMP 16 Kota Malang, Jadikan Evaluasi Semua Pihak 

Komentar Anda