Portal Indonesia
Habibie

Proyek Drainase di Sumberanyar Banyuputih Menuai Protes Warga  

berita terkini
Proyek saluran drainase di Dusun Ranurejo, Desa Sumberanyar, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbondo. (Photo:Abdul Hakim/Portal Indonesia)
ramadhan

POTALINDONESIA.NET, SITUBONDO - Pembangunan drainase di lingkungan Dusun Ranurejo, Desa Sumberanyar, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbondo, menuai protes dari warga setempat. Senin (20/01/2020)

Warga setempat menilai terburu-buru dalam melaksanakan proyek tersebut dan terkesan dipaksakan untuk secepatnya diselesaikan sehingga disinyalir proyek itu dikerjakan asal-asalan dengan tanpa mengutamakan kualitas. 

"Coba lihat di papan nama proyek itu mas. Proyek pembangunan saluran drainase yang memiliki volume 0,5 X 224 m² (meter persegi) dengan jumlah anggaran sebesar Rp75.000.000 dari Dana Desa (DD) tahun 2019. Saat ini sudah masuk minggu ke-3 bulan Januari tahun 2020, tapi proyek DD tahun 2019 itu masih belum selesai," kata salah satu warga sekitar yang dibincangi di lokasi. 

"Bagaimana akan bertahan lama drainase ini, coba saja lihat campurannya, kedalaman pondasinya, penataan batunya, dan bagian yang perlu diplester?," imbuh warga yang berinisial T yang tidak mau disebutkan nama lengkapnya saat dikonfirmasi portalindonedia.net di lokasi. 

(Papan nama proyek) 

Selaku warga, ia pun meminta kepada pihak pelaksana pembangunan proyek drainase tersebut agar dikerjakan   sebagaimana mestinya yang telah diatur dalam ketentuan RAB. 

"Kami minta pihak pelaksana jangan bermain curang atau pembangunan drainase ini dikerjakan sebenar-benarnya saja. Kami tidak bisa terima kalau drainase ini dikerjakan asal-asalan," keluhnya.

Saat masih di lokasi proyek, warga lainnya, menyampaikan pendapat manfaat adanya saluran drainase.  

Menurutnya, drainase dibutuhkan badan jalan untuk menopang apa yang menjadi tugasnya dan dalam melaksanakan pembangunan drainase harus memperkirakan yang terburuk misalnya terjadi curah hujan yang sangat tinggi. 

"Dengan demikian tentunya jika hal itu sudah ada dalam perencanaan, maka air hujan yang berada di badan jalan dapat mengalir ke saluran drainase dan air yang sudah masuk ke dalam saluran drainase dapat mengalir dan keluar dengan mudah. Sehingga nantinya air tersebut tidak menggenang, jalan tidak cepat rusak dan masyarakat benar-benar menikmati manfaat adanya pembangunan drainase tersebut," bebernya. 

Dengan adanya keluhan dan pendapat warga, salah seorang pekerja proyek drainase, hanya menjawab singkat saat dimintai keterangan dan tanggapannya. "Saya hanya pekerja dari pihak CV. Coba tanya langsung ke atasan saya," ujarnya singkat. 

Untuk diketahui, anggaran DD tahun 2019 untuk pencairan tahap III tersebut saat itu di pemerintahan Desa Sumberanyar Kecamatan Banyuputih dipimpin oleh Achmad Erfandi selaku Pj Kades Sumberanyar. 

Achmad Erfandi mengatakan, bahwa dalam pelaksanaan pekerjaan tersebut diserahkan kepada pihak yang mengerjakan proyek. 

"Saya serahka pada Andika, warga sini dan mempunyai CV. Untuk semua bahan pembangunan ditangani tim pelaksana dari pihak desa ini, yaitu Ridwan," ucap pria yang akrab dengan panggilan Didik itu. 

Reporter : Arbidin
Editor : Abdul Hakim
444
Berita Sebelumnya Pembuangan Bayi di Jember Menjadi Rutinitas Bulanan. Ada Apa?
Berita Selanjutnya BPBD Situbondo Serahkan Bantuan Tandon Air Kepada Pemdes Selomukti

Komentar Anda