Portal Indonesia
Habibie

Aceh Termiskin di Pulau Sumatra, Peringkat 6 Se Indonesia

berita terkini
Kondisi rumah warga miskin di Aceh
ramadhan

PORTALINDONESIA.NET, ACEH – Provinsi Aceh masih menjadi daerah paling miskin di pulau Sumatera, dengan peringkat ke-6 se-Indonesia. Hal ini sebagaimana hasil survei Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Aceh yang berlebel Daerah Syariat Islam.

Hingga September 2019, Provinsi Aceh masih menjadi daerah termiskin se-Sumatera dengan jumlah penduduk miskin mencapai 810 ribu orang atau sebesar 15,01 persen. Meski angka itu menurun sebanyak 9.000 orang (0,31 persen) dibandingkan Maret 2019.

Namun, Provinsi Aceh masih tetap berada diurutan pertama provinsi termiskin di Pulau Sumatera.

“Aceh masih tetap termiskin nomor enam secara nasional se Indonesia dan nomor satu di Pulau Sumatera, masih tertinggi,” kata Kepala BPS Aceh, Wahyuddin kepada wartawan di Kantor BPS Aceh, (16/01/2020)

Data yang berhasil dihimpun, total dana Otonomi Khusus (Otsus) yang diterima Aceh sejak 2008 hingga 2019 kurang lebih sudah mencapai angka Rp 73,8 triliun.

Rinciannya, pada tahun 2008 Rp 3,59 triliun, 2009 Rp 3,73 triliun, 2010 Rp 3,85 triliun, 2011 Rp 4,51 triliun, 2012 Rp 5,4 triliun, 2013 Rp 6,2 triliun, 2014 Rp 7,29 triliun, 2015 Rp 7,05 triliun, 2016 Rp 7,7 triliun, 2017 Rp 8,1 triliun, 2018 Rp 8,03 triliun dan 2019 Rp 8,35 triliun.

Selain itu, APBA sejak lima tahun terakhir terhitung sejak 2015 hingga 2019 tidak kurang dari belasan triliun. Pada 2015 sebanyak Rp 12,755 triliun, 2016 Rp 12,874 triliun, 2017 sebesar Rp 14,733 triliun.

Selanjutnya 2018 sekitar Rp 15.084 triliun, dan terakhir 2019 semakin naik mencapai Rp 17,327 triliun.

Wahyuddin menjelaskan, selama periode Maret hingga September 2019, persentase penduduk miskin di Aceh, baik di daerah perkotaan maupun perdesaan mengalami penurunan.

Di daerah perkotaan pesentase penduduk miskin di Aceh turun sebesar 0,21 persen.

Rinciannya, Maret 2019 penduduk miskin daerah perkotaan di Aceh jumlahnya 168 ribu orang (18,03 persen), turun menjadi 643 ribu orang (17,68 persen) pada September 2019.

Sementara, persentase tingkat kemiskinan di daerah perdesaan di periode yang sama juga mengalami penurunan sebesar 0,35 persen.

Maret 2019, jumlah penduduk miskin daerah perdesaan di Aceh sebanyak 651 ribu orang (18,03 persen), kemudian pada September 2019 turun menjadi 643 ribu orang (17,68 persen).

“Peiode tahun 2016 sampai 2019, jumlah dan persentase penduduk miskin di Aceh berfluktuasi,” ucapnya.

Wahyuddin juga menjelaskan bahwa besar kecilnya jumlah penduduk miskin sangat dipengaruhi garis kemiskinan, sebab penduduk miskin merupakan penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran per kapita per bulan di bawah garis kemiskinan. Kemudian, katanya lagi, periode Maret hingga September 2019, garis kemiskinan naik sebesar 3,59 persen, yaitu dari Rp 486 ribu per kapita per bulan menjadi Rp 504 ribu per kapita per bulan.

Terkait ketimpangan pengeluaran yang biasanya diukur menggunakan Gini Ratio. Tingkat ketimpangan pada periode Maret 2019 sampai dengan September 2019, angkanya bertahan di angka 0,32. Berdasarkan daerah tempat tinggal, Gini Ratio di daerah perkotaan pada September 2019 tercatat sebesar 0,35.

Angka ini meningkat dibanding Gini Ratio Maret 2019 sebesar 0,34. Untuk daerah perdesaan Gini Ratio September 2019 tercatat sebesar 0,27, mengalami penurunan dibanding Maret 2019 yang sebesar 0,28.

“Nilai rini ratio berkisar antara 0-1. Semakin tinggi nilai Gini Ratio menunjukkan tingkat ketimpangan yang semakin tinggi pula,” tutupnya.

Reporter : Nurmansyah
Editor : Abdul Hakim
444
Berita Sebelumnya Awal Tahun 2020, Polres Situbondo Ungkap 6 Kasus Kriminalitas dan 1 Kasus Narkoba
Berita Selanjutnya Malam Terakhir, Bapaslon Jalur Independen Serahkan Syarat Dukungan ke KPU Sidoarjo

Komentar Anda