Portal Indonesia
Habibie

Aceh Dilirik UEA Tanam Investasi Disambut Forbes DPR dan DPD RI 

berita terkini
Ketua Forbes Anggota DPR RI dan DPD RI asal Aceh M Nasir Djamil.
ramadhan

PORTALINDONESIA,NET, ACEH - Ketertarikan Uni Emirat Arab (UEA) untuk berinvestasi di propinsi Aceh mendapatkan sambutan antusias dari sejumlah kalangan, termasuk Forum Bersama (Forbes) Anggota Dewan Perwakilan Rakyat dan Dewan Perwakilan Daerah (DPR dan DPD) RI asal Propinsi Aceh

Forbes DPR dan DPD RI asal Propinsi Aceh meminta pemerintah Aceh untuk segera mempersiapkan diri dan berbenah baik sarana serta prasarana untuk merealisasikan keseluruhan investasi dari UEA berbagai bidang usaha senilai US$22,89 miliar atau setara Rp 314,9 triliun yang berhasil dibawa pulang presiden RI Joko Widodo dalam lawatannya ke UEA.

M.Nasir Djamil Ketua Forbes Anggota DPR RI dan DPD RI asal Aceh, mengatakan ketertarikan UEA untuk berinvestasi ini kabar gembira bagi pemerintah Aceh khususnya dan Pemerintan Indonesia.

"Karena Aceh propinsi yang melaksanakan syariat islam. Jadi sebagai negara yang bisa dikatakan seluruhnya umat Islam, Pemerintah UEA punya tanggung jawab moral untuk memberikan contoh bahwa berinvestasi di satu provinsi yang melaksanakan syariat Islam bukan hal yang berbeda," jelas Nasir Djamil, Rabu (15/01/2020)

Kemudian, dia berharap kepada pemerintah Aceh untuk mempersiapkan diri, membenahi sarana dan prasarana, membenahi regulasinya, dan juga memberikan kepastian hukum. Di samping ketersediaan energi agar investasi itu bisa berjalan lancar dengan baik dan optimal.

"Jadi kepastian hukum, ketersediaan energi dan birokrasi yang melayani menjadi bagian yang tidak terpisahkan menyambut rencana UEA yang akan berinvestasi di propinsi Aceh yang yang melakukan syariat Islam," ucapnya.

Nasir Djamil, menambahkan, Pemerintah Aceh sudah memiliki proposal guna menetapkan mana yang prioritas sehingga pemerintah UEA bisa memikirkan apa yang menjadi prioritas tersebut untuk Aceh.

"Aceh itu kita kaitkan dengan pemerintah UEA investasi di bidang perkebunan, pertanian, dan kelautan. Itu penting, karena sektor itu melibatkan banyak orang," terangnya.

Kemudian, Pemerintah Aceh segera memastikan konkret dan keseriusan kebutuhan UEA di Aceh. Jika memang serius maka pemerintah di Aceh juga memperlihatkannya keseriusan tersebut.

Nasir Djamil, menegaskan Forbes asal Aceh juga memberikan dorongan dan dukungan apabila ada aspek-aspek regulasi yang dinilai menghambat upaya investasi UEA di Aceh. Bahkan ia menilai, SDM Aceh cukup siap menyambut kedatangan UEA.

,"Pemerintan Aceh perlu melakukan pendekatan pada kedutaan besar UEA apakah memang rencana ini adalah bentuk keseriusan pemerintah mereka (UEA) terhadap Aceh. Meskipun hubungan UEA dan Aceh bukan hubungan baru,". Beberapa negara lain juga tertarik berinvestasi di propinsi Aceh, seperti negara Eropa yakni Finlandia dan Swedia berencana investasi di sektor energi, lingkungan hidup, pendidikan, hingga kesehatan.

Dalam pertemuan tersebut Putra Mahkota Abu Dhabi Sheikh Mohamed bin Zayed, Uni Emirat Arab dengan Presiden RI Joko Widodo sepakat untuk berinvestasi pada proyek senilai US$22,98 miliar atau sekitar Rp314,9 triliun.

Reporter : Nurmansyah
Editor : Abdul Hakim
444
Berita Sebelumnya Kemantapan AW dan Fraksi PDIP Kota Malang Pasca Ikuti Rakernas di Jakarta
Berita Selanjutnya BPBD Situbondo Serahkan Bantuan Tandon Air Kepada Pemdes Selomukti

Komentar Anda