Portal Indonesia
Habibie

Gelaran Turnamen PUBG di Kutamakmur Dapat Sorotan Berbagai Kalangan

berita terkini
Tokoh kecamatan Kutamakmur sekaligus Ketua DPRK Aceh Utara, Tgk Arafat. 
ramadhan

PORTALINDONESIA.NET, ACEH UTARA - Digelarnya turnamen game PlayerUnknown's Battlegrounds (PUBG) di Kecamatan Kutamakmur mendapat sorotan dari mahasiswa dan Tokoh Kecamatan Kutamakmur, Aceh Utara.

Pasalnya, Fatwa Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh Nomor 3 Tahun 2019 tentang Hukum game PlayerUnknown’s Battlegrounds (PUBG) dan sejenisnya, adalah Haram menurut Fiqh Islam. Hukum tersebut telah resmi ditetapkan dalam Sidang Paripurna MPU Aceh pada 15 Juni 2019 lalu

Laporan yang diterima oleh wartawan media ini dari mahaiswa Ilmu Politik Unimal sekaligus Sekretaris Umum Himpunan Mahasiswa Kutamakmur (HIMAKMUR) M.Nur Khatami mengatakan, bahwa dirinya mengetahui ada turnamen PUBG di Kutanakmur, baru kemaren siang dari seorang penonton saat melewati tempat pelaksaan turnamen tersebut,

Setelah mengkaji persoalan tersebut, Himpunan Mahasiswa Kutamakmur menyatakan sikap menolak dan tidak setuju dengan turnamen yang di adakan di Kecamatan Kutamakmur, apalagi sudah diharamkan oleh ulama. Pernyataan sikap penolakan dari HIMAKMUR itu disampaikan melalui M.Nur Khatami kepada portalindonesia.net, Minggu (12/01/2020).

"Walaupun turnamen sudah selesai dilaksana kami berharap hal tersebut tidak terulang kembali di Kecamatan Kutamakmur. Dan menjadi tugas kita bersama untuk selalu menjaga nama baik kecamatan kutamakmur," ucap Khatami

Hal senada juga disampaikan oleh tokoh kecamatan Kutamakmur sekaligus Ketua DPRK Aceh Utara, Tgk Arafat. 

"Hal tersebut seharusnya tidak terjadi di Kecamatan Kutamakmur, Saya juga tidak setuju dan berharap jangan terulang kembali," ungkapnya. 

Tgk Arafat mengatakan, bahwa dirinya sudah menghubungi pihak kepolisian tentang persoalan tersebut. 

Selain itu, Tgk Arafat juga mengatakan, bahwa dirinya akan membicarakan terkait turnamen PUBG dengan tokoh Ulama di Kecamatan Kutamakmur nantinya, agar menegur Gechik Gampong untuk disampaikan langsung kepada pelaksana acara tersebut sehingga acara tersebut tidak kembali terulang di Kecamatan Kutamakmur.  

"Kejadian ini agar menjadi bahan Evaluasi Untuk masyarakat Kutamakmur agar selalu menjaga nama baik kecamatan, dan patuh terhadap Fatwa yang telah dikeluarkan oleh Ulama Aceh," tutup Tgk Arafat

Reporter : Manzahari
Editor : Abdul Hakim
444
Berita Sebelumnya Viral, Ada Kerajaan Agung Sejagat di Pogung Jurutengah
Berita Selanjutnya Pangdam XVIII/Kasuari : Saya Yakin Masyarakat Papua Barat Sangat Menghargai Pengabdian Kalian

Komentar Anda