Portal Indonesia
Habibie

Pembangunan Infrastruktur Jalan Capai 717 Km, MCP Mubar: Sebagian Menuju Kebun Warga

berita terkini
Kordinator MCP Mubar, Surachman
ramadhan

PORTALINDONESIA.NET, MUNA BARAT - Pembangunan infrastruktur jalan menjadi program prioritas Pemerintah Kabupaten Muna Barat (Mubar), Sulawesi Tenggara (Sultra). Sebagian dana pembangunan pun diporsikan untuk jalan.

Menurut Bupati Mubar, Laode M.Rajiun Tumada selama lima tahun infrastruktur jalan yang dibangun sudah mencapai 717 kilo meter. Salah satunya adalah pembangunan ruas jalan Langku Langku - Momuntu. Jalan ini untuk menunjang kawasan produktif dan potensial di desa tersebut.

"Ruas jalan Langku Langku - Momuntu yang dibangun  sepanjang 3,5 km. Awalnya kondisi jalan ini sangat memprihatinkan dengan struktur jalan perkerasan dan sempit. Alhamdulillah saat ini kondisinya dapat dikatakan lebih dari cukup. Sekarang sudah diaspal dan lebarnya pun bertambah menjadi empat meter. Ini cukup memudahkan para petani dalam mengangkut hasil pertanian mereka," ulasnya.

Selain itu, lanjut eks Karateka Nasional ini, pihaknya menganggarkan peningkatan jalan pada kawasan pemukiman warga. Harapannya dengan jalan yang baik, masyarakat dapat hidup nyaman. 

"Kawasan pemukiman dimaksud ialah 
permukiman Kelurahan Wamelai, Kecamatan Lawa, permukiman Desa Lohodu, Kecamatan Kusambi, permukiman Kelurahan Tiworo, Kecamatan Tikep, permukiman Desa Wapae, Kecamatan Tiworo Tengah, permukiman Desa Sidomakmur, Kecamatan Tikep, permukiman Desa Suka Damai, Kecamatan Tiworo Tengah, permukiman Desa Labokolo, permukiman Desa Katangana dan  kawasan permukiman lainnya. Hal  ini dimaksudkan untuk memberikan fasilitas dalam lingkungan hunian yang berfungsi untuk mendukung penyelenggaraan dan pengembangan kehidupan sosial, budaya dan ekonomi masyarakat setempat," paparnya. 
 
Kata Rajiun semua program yang dilaksanakan tersebut sesuai kebutuhan masyarakat. Pemda membangun berdasarkan kebutuhan mendesak rakyat Mubar.

"Pembangunan jalan ini dilakukan bukan tiba masa, tiba akal. Akan tetapi merupakan kehendak masyarakat bahwa mereka saat ini butuh jalan yang memadai. Saya mengunjungi 11 kecamatan, pada kesempatan itu warga usulkan jalan. Karena itu dalam visi-misi saya, program prioritas salah satunya adalah pembangunan jalan," jelas Rajiun pada acara Silaturahim di Kecamatan Kabawo, Kabupaten Muna, Kamis (05/12/19). 

Rajiun mengatakan pembangunan jalan sepanjang ratusan kilo meter itu merata di semua Kecamatan yang ada di wilayah Mubar.

"Ada jalan Ring Road (jalan lingkar) Laworo sebagai ikon Mubar. Selebihnya jalan dibangun di desa-desa yang tersebar di  11 kecamatan," urainya.

Kordinator Media Center Pembangunan (MCP) Mubar, Surachman menambahkan untuk jalan ini merata di semua kecamatan. Bahkan jalan yang dibangun oleh Pemda Mubar dibawah kepemimpinan Rajiun Tumada sudah tembus di kebun-kebun masyarakat.

"Bupati Mubar sangat menyadari bahwa pusat aktivitas keseharian masyarakat sebagian besar berada di kawasan perkebunan (raghano galu), maka beliau berupaya mengarahkan program dan kegiatan pembangunan jalan pada kawasan tersebut. Ini untuk memudahkan aksesibilitas masyarakat di kawasan perkebunan warga," katanya. 

Kata dia, jalan yang dibangun di pelosok desa memiliki fungsi ganda. Selain memperlancar akses petani pergi ke kebun dan mengangkut hasil pertaniannya, sebagian titik jalan juga dibangun pada kawasan tradisional bersejarah. Tujuannya adalah untuk  merevitalisasi kawasan tradisional bersejarah (kampung-kampung tua) yang ada di Muna Barat.

"Oleh karena itu Pemda Mubar sejak tahun anggaran 2016 - 2017 mengalokasikan program peningkatan jalan Madampi - Watumela, jalan Lalemba - Watumela, Jalan Lasosodo - Gusi, Jalan Lagadi - Latugho, jalan Madampi - Lapadaku dan jalan akses kuburan Jampaka Latompe. Dengan adanya kegiatan peningkatan jalan tersebut, maka saat ini masyarakat yang akan berkunjung ke kawasan tradisonal tersebut pada saat ziarah kubur atau hanya untuk mengunjungi kebun  mereka tidak lagi mengalami kesulitan," tuturnya.

Ia mengatakan sebagian jalan yang menuju ke lokasi pertanian tersebut sudah diaspal. Sedangkan yang lainnya baru perkerasan.

"Jalan yang belum diaspal ini kita upayakan agar kualitasnya tambah bagus lagi. Sehingga petani dan masyarakat lainnya yang melintas disitu lancar dan nyaman," tutupnya.

Reporter : La Ode Biku
Editor : Abdul Hakim
444
Berita Sebelumnya Pangdam XVIII/Kasuari: Prajurit Satgas Jauhi Prostitusi di Papua
Berita Selanjutnya Pangdam XVIII/Kasuari : Saya Yakin Masyarakat Papua Barat Sangat Menghargai Pengabdian Kalian

Komentar Anda