Portal Indonesia
Habibie

MMD di Balai Desa Curah Jeru, Ini Penjelasan Kepala UPT Puskesmas Panji

berita terkini
Saat MMD berlangsung di Balai Desa Curah Jeru, Kecamatan Panji, Kabupaten Situbondo.
ramadhan

PORTALINDONESIA.NET, SITUBONDO - Pada Rabu (04/12/2019), di Balai Desa Curah Jeru, Kecamatan Panji, Kabupaten Situbondo, diadakan Musyawarah Masyarakat Desa (MMD). 

Pertemuan yang diselenggarakan oleh desa dan difasilitasi oleh petugas dari Puskesmas Panji ini, dihadiri perwakilan warga desa, kader, tokoh masyarakat dan perangkat desa. Turut hadir pada MMD ini, Kepala UPT Puskesmas Panji Bagus Sulaksono dan Babinsa Sertu Bambang S.

Kegiatan MMD yang rutin dilaksanakan setahun sekali ini, untuk membahas hasil Survei Mawas Diri (SMD) yang telah dilakukan oleh kader terhadap 20% total KK di desa, khususnya mengenai permasalahan kesehatan yang ada di masyarakat. 

Dalam pembahasan MMD ini tentang hasil SMD dari prioritas permasalahan kesehatan yang ada di Desa Curah Jeru, yang selanjutnya dibahas bersama untuk menemukan alternative pemecahan atau penanggulangan masalah yang dapat diusulkan. 

Beberapa permasalah yang dibahas pada pertemuan ini, diantaranya terkait kurangnya pemanfaatan pelayanan kesehatan gratis. 

Menurut Kepala UPT Puskesmas Panji Bagus Sulaksono, kurangnya pemanfaatan pelayanan kesehatan gratis melalui kegiatan 'Pendekar Panji' atau Pendekatan Pelayanan kesehatan kepada Masyarakat Panji oleh masyarakat, karena kurangnya koordinasi untuk pemberitahuan kegiatan tersebut kepada masyarakat. 

Dari beberapa permasalahan tersebut, sambung Bagus, kemudian warga memberikan usulan-usulan pemecahan masalah sebagai perencanaan kegiatan pada tahun berikutnya.

"Pemecahan masalah dari usulan yang masuk pada perencanaan kegiatan, pemberitahuannya agar disampaikan jauh-jauh hari sebelum kegiatan di wilayah/desa itu dilaksanakan. Diantaranya melalui koordinasi dengan seluruh RT maupun tokoh masyarakat setempat," jelasnya. 

Permasalahan lainnya, kata pria ganteng yang pernah bertugas sebagai Kepala Puskesmas Bungatan ini, adalah kurangnya kunjungan balita dan lansia ke posyandu karena alasan jarak. 

"Solusinya adalah penambahan posyandu, agar sasaran balita dan lansia yang datang ke posyandu lebih banyak," bebernya. 

Bagus menambahkan, usulan tambahan lain dari warga diantaranya adalah mengaktifkan kembali kader jumantik (juru pemantau jentik) agar kesehatan lingkungan di Desa CUrah Jeru tetap terjaga dan penyakit DBD dapat dicegah mengingat sebentar lagi mulai memasuki musim hujan. 

"Kita memfasilitasi dengan membuat perencanaan berbasis anggaran di tahun 2020," pungkasnya. 

Reporter : Abdul Azis
Editor : Abdul Hakim
444
Berita Sebelumnya Tembok Rumah Warga di Purbalingga Ambrol Dihantam Tanah
Berita Selanjutnya 700 Personel Satuan BKO Koramil Persiapan Mulai Diberikan Pembekalan

Komentar Anda