Portal Indonesia
Habibie

Aan Anshori: GUSDURian Bondowoso Tentang Sudut Pandang Islam di Era Industri 4.0

berita terkini
Gus Aan (Bersarung) di Padepokan Nyai Surti Pujer-Bondowoso
ramadhan

PORTALINDONESIA.NET, BONDOWOSO - Sebagai muslim, Tuhan menganalogikan model kemusliman kita sebagaimana pohon yang akarnya kuat, berdaun rimbun, dan tingginya menjulang ke langit (Ibrahim: 24-25).

Demikian diutarakan Gus Aan Anshori saat membuka perbincangan dalam acara Muytamuyan (jagongan) di Padepokannyaisurti yang diadakan oleh GUSDURian Bondowoso, Minggu (24/11/2019) malam 

Pada acara yang diikuti oleh kurang lebih 20 anak muda dari kalangan mahasiswa Bondowoso ini, Gus Aan juga mengatakan apapun yang diperlakukan orang lain ke kalian, dan kalian merasa tidak enak terhadap perlakuan itu, jangan kalian perlakukan ke orang lain. 

Masih kata Gus Aan, terkait pernyataan Prof. Hasyim Kamali tentang Konsep Rahmatan Lil alamin untuk mempermudah mengukur diri kita sendiri dalam penerapannya.

"Kira-kira harus mengandung 5 aspek, antara lain Tauhid (keesaan), Al 'Adalah (keadilan), Al karomah (melindungi harkan martabat manusia), Al ihsan (memperlakukan orang lebih baik), Mawaddah-warohmah (menyamankan, mengasihi atau mengampuni)," jabar Gus Aan yang sering menjadi pembicara di ILC ini.

Maka, sambung Gus Aan, sebagai muslim yang baik, kita harus memulai 5 hal ini dari kita sendiri (internalisasikan, lalu terapkan). "Sebab keberadaan pohon yang dianalogikan Tuhan tadi tak belaka dalam rangka menaungi orang muslim saja, tapi diharapkan mampu menaungi dan memberikan perlindungan kepada seluruh alam (ciptaan)," paparnya.

Sementara Afif selaku penggerak GUSDURian Bondowoso berharap, perjumpaan ini mampu melahirkan paradigna baru.

"Penggerak GUSDURian Bondowoso harus memiliki paradigma yang segar dan inklusif. Sehingga seluruh aktivitas kita mampu memberi dampak positif terhadap sekitar." Tutup Afif.

Mereka duduk melingkar untuk belajar bersama, mencari metode yang pas untuk bagaimana menerapkan konsep islam sebagai rahmatan lil 'alamin di era industri 4.0 ini.

"Kita sharing tiap apa yang kita jumpai dan yang kita rasakan. Dalam rangka apa? Biar semuanya tak mengendap dan berbuah asumsi dan prasangka-prasangka." Terang Afif, selaku penggerak inti GUSDURian Bondowoso.

Reporter : Chandra
Editor : Abdul Hakim
444
Berita Sebelumnya 509 Penerima PKH di Bondowoso Tergraduasi
Berita Selanjutnya Kasus Sunda Empire Aceh, Polisi Tidak Temukan Pelanggaran Pidana

Komentar Anda