Portal Indonesia
Habibie

Berkonsep Puskesmas Wisata, Puskesmas Baturraden Miliki Klinik KPK

berita terkini
dr Hasanah, Penanggung Jawab Inovasi UKP
ramadhan

PORTALINDONESIA.NET, BANYUMAS - Puskesmas Baturraden I menjadi satu-satunya Puskesmas di Kabupaten Banyumas yang memiliki ruang terpadu berupa Klinik VCT, IMS, Rehab Napza, Klinik IVA dan KB. Ditunjang ketersediaan sarana alat kesehatan, obat-obatan serta tenaga kesehatan yang handal, hal tersebut akan menjadikan unggulan inovasi pelayanan publik bidang kesehatan.

Kepala Puskesmas Baturraden I Kabul Harsono, SKM di ruang kerjanya, Senin (18/11) mengatakan, pihaknya melakukan inovasi, yakni Inovasi "Si Bungah Imut Tekad Insani" yang artinya Bersih, Bunga/kembang, Hijau, Indah dan Bermutu. Serta Inovasi Khas, berupa Tekad Insani dan Layanan UKP (Upaya Kesehatan Perorangan).

Baturraden, kata Kabul, identik dengan daerah wisata alamnya yang indah dan sejuk. Kondisi tersebut berimbas dengan tumbuh dan menjamurnya hotel dan tempat-tempat hiburan (karaoke, diskotik dan panti pijat). Tidak bisa dipungkiri berdampak pada masalah sosial dan kesehatan yang akan menimpa masyarakat seperti penyakit Infeksi Menular Seks (IMS).

Keberadaan layanan kesehatan yang dekat dengan area wisata menjadikan Puskesmas Baturraden I berkonsep "Puskesmas Wisata". Maksud dari puskesmas wisata adalah puskesmas yang berpenampilan hijau bersih dan berbunga (asri). Harapannya hal ini dapat meningkatkan rasa nyaman bagi pasien/pengunjung.

Terobosan lainnya di puskesmas yang berlokasi di Jalan raya Kebumen-Baturraden ini juga adanya Klinik KPK (Keterbukaan Peduli dan Kasih Sayang). Disini, pasien dapat membuka status mereka dengan informed consent bermaterai yang telah disediakan. Hal itu diharapkan pasien akan lebih leluasa menceritakan kondisinya tanpa khawatir informasinya disebarluaskan ke masyarakat umum. Kerahasiaan status pasien diberikan untuk memilih siapa orang terdekatnya yang bisa untuk mendampinginya.

Puskesmas Baturraden I juga menjadi salah satu fasilitas pelayanan kesehatan yang menerima pasien narkoba yang ditunjuk oleh BNN untuk melakukan assement korban nafza, serta bekerja sama dengan sejumlah komunitas dan LSM yang melakukan perawatan/pengobatan terhadap pasien napza.

Penanggung Jawab Inovasi UKP, dr Hasanah mengatakan, dalam menanggulangi pengendalian penyakit IMS dan HIV, Puskesmas Baturraden I dan desa-desa di Baturraden sudah membentuk Warga Peduli Aids (WPA). Keberadaan WPA diharapkan dapat menemukan dan menurunkan, mengobati serta memberikan edukasi kepada masyarakat terkait HIV/AIDS.

Sejak tahun 2016, kata dr Hasanah, Puskesmas Baturraden I telah menangani 39 kasus penyakit IMS. Dari jumlah tersebut, didominasi oleh LSL (lelaki suka lelaki). 

Sedangkan kendala yang dihadapi tetkait penanganan IMS dan HIV/AIDS, dari 39 kasus yang ditemukan tercatat hanya 21 penderita yang aktif berobat. Sementara sisanya lost follow up (tidak lagi mengakses). 

Sementara itu Darkim, salah satu pegiat pendampingan WPS (Wanita Pekerja Seks) di Kabupaten Banyumas mengatakan, adanya ruang terpadu dan klinik KPK di Puskesmas Baturraden I sangat membanru pihaknya dalam melakukan pendampingan penderita IMS, napza dan sebagainya.

Dijelaskan Darkim, untuk penderita HIV/AIDS jika dihitung dalan setahunnya bisa menghabiskan biaya pengobatan dan pemeriksaan mencapai Rp 10 juta/orang. Tetapi di Puskesmas Baturraden I tidak dipungut biaya alias gratis.

Reporter : Tris
Editor : Abdul Hakim
444
Berita Sebelumnya Memalukan!! Baru Seumur Jagung, Hasil Proyek Jalan Aspal di Desa Bayeman Ditumbuhi Rumput 
Berita Selanjutnya 700 Personel Satuan BKO Koramil Persiapan Mulai Diberikan Pembekalan

Komentar Anda