Portal Indonesia
Habibie

Giat Pelatihan Life Skill Dinilai Tak Tepat Sasaran, Berikut Tanggapan Pihak BRA Pusat 

berita terkini
Ilustrasi
ramadhan

PORTALINDONESIA.NET, LHOKSEUMAWE - Kegiatan pelatihan life skill yang diadakan oleh Badan Rentegrasi Aceh (BRA) Pusat disoal Jaringan Aneuk Syuhada Aceh (JASA). 

Pasalnya, masyarakat terimbas konflik yang tergabung dalam JASA tidak diprioritaskan dalam kegiatan pelatihan life skill tersebut. Sehingga BRA Pusat dianggap telah menyalahi prosedur. 

Bahkan, JASA meminta agar Ketua BRA Pusat mundur dari jabatannya karena dianggap tidak profesional dalam menjalankan tugas sesuai apa yang diamanahkan dalam MoU Helsinki. 

Hal tersebut diutarakan Kordinator Daerah 2 Samudra Pase, Abdul Hafis kepada wartawan portalindonesia.net, Selasa kemarin (12/11).

Selanjutnya, wartawan media ini berusaha untuk konfirmasi ke ketua BRA Pusat. Tapi hingga saat ini, ketua BRA Pusat masih belum bisa dihubungi dan memberikan keterangan. 

Salah satu panitia kegiatan, Muhammad Daud, saat dikonfirmasi wartawan media ini, Rabu (13/11), menyampaikan lewat sebuah aplikasi pesan singkat:  "Untuk pu dilibatkan jasanya....(untuk apa dilibatkan JASA.red)",

Lewat sebuah aplikasi pesan singkatnya, Daud juga menyampaikan: "Nyan mandum aneuk korban konflik sidro dro sapat,,, mye Aceh Utara manteng 100 ribee lebeh korban konflik pane na mandum roh dalam kegiatan. (dan acara itu untuk kombatan, napol tapol,dan masyarakat korban konflik, dan anak syuhada dan korban konflik di aceh utara 100rb lebih mana ada semua dapat mengikuti dalam kegiatan itu, hak itu disampaikan daud dalam bahasa aceh.red)", kata Daud.

Sementara itu, Tgk Amni selaku Deputi Kajian dan Kebijakan Srategis dari BRA Pusat, mengatakan bahwa kegiatan tersebut sudah diberikan kepada masing-masing kabupaten untuk merekrut eks kombatan, korban imbas konflik, napol, tapol untuk mengikuti kegiatan tersebut. Namun bajet yang tersedia dan quotanya terbatas sehingga tidak mungkin semua korban konflik bisa tertampung semua.

"Untuk hal-hal yang disampaikan oleh anak syuhada itu juga akan kami tindaklajuti, dan kami sampaikan juga kepada pemerintah Aceh, agar semua kenginan masyarakat Aceh terpenuhi sehingga terjaminnya keberlangsungan perdamaian di aceh dan kesehteraan untuk anak-Anak Syuhada yang ditinggalkan oleh orang tua mereka", ungkap Tgk Amni, saat dihubungi lewat telpon selulernya, Rabu (13/11) sore. 

Reporter : Manzahari
Editor : Abdul Hakim
444
Berita Sebelumnya Tim Bimtek Terpadu Laporan Keuangan TNI AD, Sasar Kodam XVIII/Kasuari
Berita Selanjutnya Sidang Kasus Ijazah Palsu di PN Probolinggo, Terdakwa Tolak Ajukan Eksepsi

Komentar Anda