Portal Indonesia
Habibie

Kontroversi di Balik Proses Pengembalian Aset Alun-Alun Mall

berita terkini
Gedung Alun Alun Mall yang masih kontroversi dalam pengambil alihan oleh pihak Pemkot Malang dari pihak swasta PT. SIC selaku pengelola (penyewa)
ramadhan

PORTALINDONESIA.NET, MALANG RAYA - Bagi anggota dewan Kota Malang dari Komisi B, macetnya pengembalian aset Alun-Alun Mall ke Pemkot terus ditelusuri sebabnya.Apalagi disinyalir, pengelola mall, yakni pihak PT. SIC (Sadean Intramitra Coorporation) raib dan belum ditemukan jejaknya.

Sehingga pihak DPRD mendesak Pemkot Malang untuk bergerak cepat dalam menyiapkan rencana pengambil alihan aset bernilai ratusan miliar rupiah itu.

Wakil rakyat Kota Malang tersebut menganggap, bahwa Sutiaji selaku Kepala Daerah melalui perangkat OPD-nya terkait proses langkah pengambil alihan aset tersebut dinilai lamban. Hal itu disimpulkan oleh anggota Dewan dari Komisi B usai hearing tertutup dengan perangkat dinas terkait.

Dihubungi portalindonesia.net,Jumat (08/11)nggota Komisi B, Arif Wahyudi mengatakan Pemkot sangat lambat dalam menyikapi berakhirnya perjanjian kerjasama dengan PT Sadean.

"Mestinya satu - dua tahun sudah harus antisipasi. Sekarang setelah injury time baru bingung", katanya. 

"Malah kemaren bagian hukum masih menafsirkan dan mengkaji kembali perjanjian mulai awal." sambung lelaki yang akrab dipanggil Bang Kumis. 

"Yang menurut Kabag hukum masih multi tafsir " tandas AW (Arif Wahyudi) politikus asal PKB itu. 

Sementara Wahyu Setianto selaku Kepala Dinas Perdagangan Kota Malang  terkait hal tersebut saat dikonfirmasi di kantornya Jumat pagi, sedang tidak ada ditempat, selulernya pun belum kondisi on.

Begitu juga dari pihak OPD yang bertanggung jawab terkait semua aset Pemkot,melalui Kabid Akuntasi dan Penata Usahaan Aset (BPKAD) Dewi Pratiwi belum diperoleh keterangan, karena yang bersangkutan masih sibuk kata stafnya. 

Reporter : Galih
Editor : -
444
Berita Sebelumnya Begini Cara Karyawan PDAM Kota Malang Menjaga Kebugaran dan Stamina
Berita Selanjutnya Kasus Sunda Empire Aceh, Polisi Tidak Temukan Pelanggaran Pidana

Komentar Anda