Portal Indonesia
Habibie

DKP Aceh Utara: Jangan Jadikan Laut Sebagai Keranjang Sampah 

berita terkini
Kegiatan Bakti Sosial yang difasilitasi oleh Penyuluh Perikanan Aceh Utara di wilayah Destinasi Wisata Desa Lancok Kecamatan Syamtalira Bayu
ramadhan

PORTALINDONESIA.NET, ACEH UTARA - Garis pantai Aceh Utara sepanjang 5,5 km, dahulu senantiasa dipenuhi dengan tumbuhan hutan pantai (green belth) seperti cemara, bakau (bangka) yang membentang bagaikan untaian zamrud khatulistiwa, namun sekarang kondisinya nyaris habis tiada tersisa dan hanya tinggal kenangan untuk sebuah nama sebuah desa di kecamatan Dewantara yaitu "Bangka Jaya".

Aceh Utara terdapat 12 muara sungai besar, mulai dari ujung timur kuala Jambo Aye, kuala Piadah, kuala Keureuto, kuala Passe, hingga ke barat Kuala Bungkaih, kuala Mane, yang dulunya berfungsi sebagai penyuplai air tawar ke laut, dalam mewujudkan kawasan estuarine yang subur sebagai kawasan nushery, tempat ruaya dan tempat pemijahan berbagai janis Ikan dan biota laut lainnya. 

Namun kondisi sungai saat ini sangat miris karena sungai tersebut telah berubah fungsi menjadi sarana penampung dan penyuplai berbagai limbah ke laut, terutama limbah perkotaan, rumah tangga, yang didominasi sampah plastik. 

Belum lagi limbah pertanian, industri dan limbah rumah sakit yang dikhawatirkan oleh limbah beracun dan logam berat (B3) yang akhirnya semua akan bermuara ke laut. Hal ini seakan-akan laut berubah fungsi sebagai "keranjang sampah". 

Kondisi ini kalau dibiarkan akan terjadi pencemaran lingkungan akuatik serta dapat merusak ekosistem perairan. Bilamana ekosistem perairan terganggu, akan berdapak pada hasil tangkapan ikan, terpuruknya pendapatan nelayan, mahalnya protein hewani (yang bersumber dari ikan) dan pencanangan generasi emas tahun 2045 tinggal mimpi.  

Hal tersebut diutarakan oleh Kepala Bidang Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Aceh Utara, Ramli Usman, S.Pi tentang contoh kondisi sungai dan laut di wilayah Aceh Utara, yang disampaikannya saat ditemui awak media di ruang kerjanya, Senin (28/10/2019). 

Dengan latar belakang tersebut, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Aceh Utara, melalui Kepala Bidang Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan mengajak masyarakat nelayan di wilayah setempat untuk memanfaatkan sumber daya kelautan dan perikanan secara bertanggung jawab dan bersama-sama menjaga ekosistem laut dan kawasan perairan sekitar dengan cara tidak membuang sampah ke laut.

"Kami mengajak semua masyarakat untuk bersama-sama menjaga perairan serta tidak lagi membuang sampah terutama sampah plastik ke laut," kata Ramli Usman.

Ia juga mengingatkan semua masyarakat, nelayan untuk tidak lagi membuang sampah terutama sampah plastik ke laut dan meminta agar semua masyarakat agar membuang sampah pada tempat yang telah disediakan. 

Untuk mendukung kegiatan tersebut, Ramli Usman menyampaikan bahwa pihaknya pada tahun lalu telah melaksanakan program "Gerakan Bersih Pantai dan Laut", yakni bakti sosial (baksos) membersihkan pantai mengangkat sampah plastik di wilayah pesisir, tepatnya di Destinasi Wasata desa Lancok kecamatan Syamtalira Bayu dengan melibatkankan stakeholder terkait beserta unsur TNI-Polri, yang digagas dan difasilitasi oleh Penyuluh Perikanan.

Dan untuk tahun ini, kegiatan serupa juga akan diadakan, yakni Destinasi Pantai Bantayan sampai Pantai Orange sepanjang lk.20 km garis pantai di kecamatan Seunuddon Aceh Utara.

" Kegiatan ini menitik beratkan pada edukasi kepada masyarakat, terutama generasi muda seperti mahasiswa, pelajar, pramuka agar mereka tidak hanya sekedar mencintai laut akan tetapi dapat memahami bahwa laut adalah sebagai sumber kehidupan," ungkapnya.  

Ditegaskannya bahwa persoalan sampah plastik harus mendapat perhatian serius oleh semua pihak dan mesti ditangani dengan bijak, karena sampah plastik disamping sangat sulit terurai yang membutuhkan ratusan tahun lamanya dan ancaman terhadap  kerusakan lingkungan dan ekosistem perairan.

Reporter : Azhari
Editor : Abdul Hakim
444
Berita Sebelumnya Gelar Aksi Demo, PMII Purworejo Tuntut Pembatalan Anggaran Kalender Rp 2,4 M
Berita Selanjutnya 700 Personel Satuan BKO Koramil Persiapan Mulai Diberikan Pembekalan

Komentar Anda