Portal Indonesia
Habibie

Diduga Ditipu Oknum Kontraktor, Tiga RKB UPTD SDN Karangkerta 1 Mangkrak 

berita terkini
Kondisi bangunan RKB UPTD SDN Karangkerta 1, di Kecamatan Tukdana Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. 
ramadhan

PORTALINDONESIA.NET, INDRAMAYU - UPTD SDN Karangkerta 1 di Kecamatan Tukdana Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, pada tahun anggaran 2018 mendapat program bantuan 3 RKB  (Ruang Kelas Baru) yang bersumber dari Bank Dunia. 

Ironisnya, hingga saat ini (Sabtu, 19 Nopember 2019) pembangunan 3 RKB di sekolah tersebut belum rampung alias mangkrak. 

Informasi dihimpun tim portalindonesia.net, mangkraknya pembangunan RKB di sekolah tersebut diduga ditinggal kabur oleh oknum kontraktor sebagai pihak ketiga.

Kepala UPTD SDN Karangkerta 1, Susi S.Pd menjelaskan bahwa dirinya tidak tahu persis permasalahan hingga pembangunan tiga ruang kelas baru itu berhenti di tengah jalan. 

"Saya kurang tahu persis permasalahan bangunan mangkrak ini, karena saya baru menjabat kepala sekolah di sini. Saya belum lama ini dimutasi dari sekolah lain ke sekolah ini sini," kata Susi, saat ditemui awak media, Sabtu (19/10), di kantor UPTD SDN Karangkerta 1. 

Namun menurut Susi, dirinya sebagai dah melakukan koordinasi dengan kepala sekolah sebelumnya. 

"Saya sudah koordinasi dengan kepala sebelumnya, dan katanya pihak sekolah telah dijanjikan oleh oknum pihak ketiga akan dibangun 3 RKB sampai rampung. Namun bangunan jadi mangkrak. Diduga ditinggal oleh oknum kontraktror," katanya. 

Hasil penelusuran tim portalindonesia.net, kepala  UPTD SDN Karangkerta 1 sebelumnya dijabat oleh HT yang saat ini telah dimutasi sebagai kepala UPTD SDN Lajer 1. 

Ketika hendak dikonfirmasi terkait mangkrangknya pembangunan 3 RKB di UPTD SDN Karangkerta 1, kepala UPTD SDN Lajer 1 (HT), tidak berada di tempat. 

"Beliau sedang rapat di kantor UPT Pendidikan Kecamatan Tukdana," kata Ma'rup, salah satu guru kepada awak media saat di kantor UPTD SDN Lajer 1. 

Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Dikdas) Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu, Malik Ibrahim, saat dikonfirmasi di kantornya, menjelaskan bangunan SDN yang mangkrak tersebut dikerjakan tahun 2018. Dan menurut informasi yang dapatnya, bahwa sumber dana bantunan untuk pembangunan SDN tersebut dari Bank Dunia. "Cukup banyak SDN di Kabupaten Indramayu yang menjadi korban. Diduga pihak sekolah ditipu," ungkap Malik.   

Di tempat terpisah, Ketua Gerakan Nasional Pencegahan Korupsi (GNPK) Kabupaten Indramayu, Djaya mengatakan, adanya kasus tersebut, setidaknya Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu melaporkan ke pihak berwajib.

"Terkait dugaan penipuan oleh pihak ketiga yang mendapat program bantuan pembangunan SD yang bersumber dari Bank Dunia, lebih baik dilaporkan kepada penegak hukum supaya kasus serupa tidak terulang lagi," kata Djaya. 

Reporter : Rasita
Editor : Abdul Hakim
444
Berita Sebelumnya Sudah 24 Jam Kebakaran TPA Supit Urang Belum Padam 
Berita Selanjutnya BPBD Situbondo Bentuk Desa Selomukti Sebagai Desa Tangguh Bencana

Komentar Anda