Portal Indonesia
Habibie

Banyak Pasar Modern Warga Dringu Mengadu Ke Komisi B DPRD Kab Probolinggo

berita terkini
Warga Kecamatan Dringu Mengadu adanya pasar Modern ke Sekretariat Komisi B DPRD Kabupaten Probolinggo.
ramadhan

PORTALINDONESIA.NET, PROBOLINGGO - Pedagang Pasar Dringu Kabupaten Probolinggo mengeluhkan adanya pasar modern yang jaraknya terlalu dekat dengan pasar tradisional. 

Keluhan tersebut di katakan oleh Harsono (52) warga Kedungdalem Kecamatan Dringu, saat di acara serap aspirasi masyarakat (Reses) tahap pertama anggota DPRD Kabupaten Probolinggo Reno Hadoyono, Kamis (10/10) malam.

Menurutnya, pasar modern yang jaraknya berdekatan dengan pasar tradisional di Kecamatan Dringu, membuat pendapatan para pedagang berkurang. Sehingga, setiap harinya para pedagang terpontang-panting untuk menjajakan dagangannya kepada para pengunjung pasar.

"Semestinya pemerintah bisa mengatur jarak antara pasar modern dengan pasar tradisional," kata Harsono.

Menurut dia, di era pasar bebas seperti sekarang ini, semua jenis perdagangan memang bisa masuk kemana saja dan kapan saja. Akan tetapi, pemerintah kabupaten perlu juga melakukan penataan. Sebab, jika keberadaan pasar modern dibiarkan tumbuh pesat, maka pasar tradisional dipastikan bisa gulung tikar. 

"Jelas merugikan pedagang dengan banyaknya pasar modern seperti Alfamat, Indomaret disatu sisi bisa menjadi ancaman, jika tidak dilakukan penataan secara benar,"ungkapnya.

Oleh karenanya Harsono berharap, ke depan pemkab Probolinggo perlu mengeluarkan regulasi tentang penataan pasar modern. "Misalnya jarak minimal 1 kilometer dari pasar tradisional," ucapnya.

Menanggapi hal tersebut, Sekertaris Komisi B DPRD Kabupaten Probolinggo Reno Hadoyo menyatakan, pihaknya akan melakukan komunikasi dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Probolinggo, untuk segera mengeluarkan Regulasi.

"Kebetulan pasar ini bagian saya. Saya juga sebagai sekertaris Komisi B DPRD Kabupaten Probolinggo dan akan melakukan komunikasi dengan dinas terkait untuk dapatnya mencari solusi,"pungkasnya.

Perlu diketahui, dalam reses tahap pertama Reno Hadoyo itu dihadiri oleh ratusan konstituennya dari berbagai desa dan kecamatan di Dapil 1 yang meliputi Kecamatan Dringu, Gending dan Pajarakan serta Krejengan. 

Reporter : Saifullah
Editor : Abdul Hakim
444
Berita Sebelumnya Misi Tersembunyi SMK Al Akhyar Bondowoso Kunjungi Industri di Batu
Berita Selanjutnya Polres Ponorogo Panen Tersangka Berbagai Kasus

Komentar Anda