Portal Indonesia
Habibie

Kasus Paman Setubuhi Keponakan Tak Kunjung Diproses, Warga Datangi Kantor Kejari Kraksaan

berita terkini
Saat warga Randujalak berada di depan kantor Kejari Kraksaan Kabupaten Probolinggo
ramadhan

PORTALINDONESIA.NET, PROBOLINGGO - Puluhan warga Randujalak Kecamatan Besuk, mendatangi Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Kraksaan Kabupaten Probolinggo, Senin (7/10/2019). Mereka menuntut kasus seorang paman yang telah tega menyetubuhi keponakannya sendiri hingga hamil 8 bulan agar cepat diproses oleh pihak Kejari Kraksaan Kabupaten Probolinggo. 

Sebab, pelaku yang telah dinyatakan tersangka tersebut tidak kunjung diproses oleh pihak Kejari Kraksaan.

Informasi dihimpun portalindonesia.net, kejadian ini berlangsung lama sejak awal tahun 2019, N (28) warga Randujalak, saat ini sudah hamil 8 bulan karena perbuatan pamannya Son Heri (45) warga Alastengah. Warga meminta agar paman yang bejat itu mendapatkan hukuman yang setimpal atas perbuatannya.

Ayah korban, Mistari mengatakan, awalnya meskipun ada isu dari tetangga, namun tidak ditanggapi dengan serius karena istri pelaku masih saudara kandung.

"Saya datang ke kantor Kejari Kraksaan bersama puluhan warga, menuntut keadilan karena ini sudah lama tidak kunjung selesai, dan saya rasa ini ada permainan dari pihak Kejari, karena berkas yang dilimpahkan ke pihak Kejari ditolak," papar ayah korban saat mendatangi Kajari Kraksaan.

Sementara N mengaku sudah lima kali di perlakukan tidak senonoh oleh pelaku, (pamannya) sehingga N hamil 8 bulan sejak awal tahun 2019 lalu.

"Saya sudah lima kali disetubuhi oleh paman saya, di rumah saya sendiri juga pernah. Saya takut karena diancam oleh paman sehingga saya diam aja," ucap korban saat dimintai keterangan di depan halaman Kajari Kraksaan.

Sementara itu, Kasi Pidum Kejari Kraksaan Kabupaten Probolinggo, Ardian Junaedi mengatakan pihak Kejari tidak ada niatan untuk mempermainkan dan mempersulit kasus itu, berkas yang sudah diterima oleh Kajari pada sembilan hari yang lalu, itu masih diteliti oleh Jaksa.

"Berkas ini masih P19, kami masih mengkoreksi dan harus teliti karena kami harus memastikan terlebih dahulu. Jika sudah benar- benar valid, barulah kami bisa memproses lebih lanjut," kata Ardian.

Namun demikian, pihak Kejari Kraksaan memaklumi kedatangan warga tersebut, karena mereka punya hak untuk menyampaikan aspirasinya. "Ini merupakan suatu kritik bagi kami dan tentunya bagi Kejari Kraksaan Kabupaten Probolinggo, agar kedepanya menjadi lebih baik," jelas Ardian.

Reporter : A. Hadari Asyari
Editor : Abdul Hakim
444
Berita Sebelumnya ICRAF Gelar Seminar Membangun Rejoso Kita Demi Bangsa
Berita Selanjutnya Polres Ponorogo Panen Tersangka Berbagai Kasus

Komentar Anda