Portal Indonesia
Habibie

Nasib Lansia Buta Penjual Anyaman Bambu Menyentuh Warga Ponorogo 

berita terkini
Komunitas Ponorogo Peduli bersama Anugrah Mandiri Racing Factory atau AMRF sambangi keluarga Mbah Wondo si buta. (Foto : Muh Nurcholis)
ramadhan

PORTALINDONESIA.NET, PONOROGO - Kisah pilu pasangan lanjut usia Mbah Wondo dan Tukijah warga Dukuh Sembung,  Desa Gandu, Kecamatan Mlarak, yang tiap hari keliling Kota Ponorogo dengan berjalan kaki untuk menjual anyaman bambu berupa tampah dan tumbu mengundang keprihatinan banyak orang. 

Pasalnya Mbah Wondo mengalami sakit mata (buta) tetapi semangatnya mencari nafkah tak diragukan lagi. Berangkat habis subuh atau jam 05.00 WIB pagi, pasangan suami istri ini sudah mulai runtang-runtung jalan kaki berdua. 

Dengan posisi sang istri (Tukijah) mengendong dan menenteng dagangan hasil kerajinan anyaman bambu. Yang dalam bahasa Jawanya dagangan itu disebut Tampah dan Tumpu.

Tidak itu saja, dengan  ketulusan dan kesetiaan yang mungkin tiada tara, Tukijah berjalan meniti setiap jengkal tepi jalan jalur ramai mulai Perempatan Jabung (Mlarak)-Pasar Pon (Kota Ponorogo) sambil menggandeng menuntun sang suami, Wondo. 

Karena memang Wondo sakit penglihatan atau buta. Tanpa keluh kesah, panas terik setiap hari menyengat kulit mereka yang kini mulai berkerut karena usia. 

Sambil sesekali sang istri teriak menawarkan Tampah dan Tumbu dagangannya. Kehidupan yang nyaris setiap hari dijalaninya, dan sudah sekian puluh tahun. Dengan hasil tak seberapa. 

Karena barang dagangan itupun juga ambil milik orang alias mereka hanya menjualkan dan ambil untung per barang. Karena tidak bisa membikin anyaman bambu sendiri.

Pasangan setia dan hebat luar biasa ini, memiliki 2 anak perempuan. Dimana yang satu sudah hidup berkeluarga di bawah rumah yang sederhana. "Alhamdulilah sore ini kami dari Komunitas Ponorogo Peduli bisa berkunjung ke rumah mereka sambil sedikit berbagi dangan salah satu sosok hebat legenda penjual anyaman bambu ini," aku Jumeno selaku Koordinator Komunitas Ponorogo Peduli, Jumat (6/9/2019).

Kegiatan Jumat Berkah Komunitas Ponorogo Peduli dilakukan bersama Anugrah Mandiri Racing Factory atau AMRF, Jatim Bersatu Sertalainnya. "Kami mengemban amanah dan titipan para donatur, kita bisa berikan bantuan seperangkat perabot rumah. Mulai dari Tikar, Kasur, Rak Perabot, Kursi Plastik hingga sembako dan uang tunai," tambahnya. 

Selain itu pihaknya juga bisa melakukan kegiatan bersih-bersih rumah si Mbah yang sempit dan berserakan ini. "Kemudian kita tata ulang dan letakkan perabot baru," tandasnya. 

Lebih lanjut Jumeno mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang ikut peduli nasib Mbah Wondo dan Tukijah tersebut. "Semoga bermanfaat dan berkah. Terima kasih Bos David AMRF dan teman-teman AMRF Jatim Bersatu, Amanah Queen dan teman-teman relawan kita serta segenap donatur semua. Barokalloh," jelasnya.

Reporter : Muh Nurcholis
Editor : Abdul Hakim
444
Berita Sebelumnya Merasa Dirugikan Perusahaan, Mantan Buruh Melapor Ke Polres Purbalingga
Berita Selanjutnya Dinilai Lalai, Tiga Kali Hiu Tutul Masuk ke Kanal PLTU Paiton

Komentar Anda