Portal Indonesia
Habibie

Pertamina PHE dan DKP Aceh Utara Gelar Workshop Perlindungan dan Pelestarian Penyu Langka

berita terkini
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh Utara, Ir. Jafar Ibrahim saat membuka acara Workshop Perlindungan dan Pelestarian Penyu Langka
ramadhan

PORTAL INDONESIA.NET, ACEH UTARA - Dalam rangka mendukung implementasi PP 60 tahun 2007 tentang Konservasi Sumberdaya Ikan dan Surat Edaran Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 526/MEN-KP/VIII/2015 tentang Pelaksanaan Perlindungan Penyu, telur, bagian tubuh, dan/atau produk turunannya, Pertamina PHE dan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Aceh Utara menyelenggarakan Workshop Perlindungan dan Pelestarian Penyu di Aceh Utara, yang dilaksanakan di Hotel Diana Kota Lhokseumawe. Kamis (27/06/19).

Acara ini dihadiri oleh Balai Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut (BPSPL) Padang Dirjen Pengelolaan Ruang Laut, DKP Provinsi Aceh, Bapeda Aceh Utara, Unsyiah, Unimal, Balai KSDA Aceh, Camat, Penyuluh Perikanan PNS/Bantu dan sejumlah Panglima Laot di Aceh Utara.

Pada acara pembukaan, Kepala DKP Aceh Utara, Ir. Jafar Ibrahim, dalam sambutannya menyampaikan bahwa, acara workshop tersebut diharapkan dapat memberikan pemahaman serta penyamaan persepsi kepada seluruh stake holders sebagai bentuk dukungan untuk mendapat dukungan dari KKP, BPSPL Padang, DKP Provinsi Aceh, Balai KSDA Aceh, Universitas Malikussaleh dan Universitas Syiah Kuala, dalam menjaga kelestarian habitat penyu, konservasi kawasan mangrove dan pengembangan wisata pesisir pantai. 

Masih kata Jafar, hakikat dari konservasi yang dilakukan bisa melibatkan masyarakat sehingga masyarakat tersebut bisa paham, mulai mengerti dengan arti pentingnya melakukan pengelolaan terhadap penyu, sampai kepada prakteknya.

“Dengan adanya workshop pelestarian dan pelindungan penyu ini diharapkan akan lahir semacam forum pengelolaan penyu di Aceh Utara dalam menjaga habitat penyu, kami sangat mengapresiasi inisiasi PHE NSO atas dilaksanakannya kegiatan ini,” kata Jafar.

Usai kepala DKP Aceh Utara memberikan sambutan, dilanjutkan dengan penyampaian materi, diantaranya oleh Faisal Marzuki dari Pertamina, Dr. Farok Afero, M.Sc dari DKP Propinsi Aceh, Dina Arya Purnamadari dari BPSPL Padang, Arie Muhardy, S.KH.M.Si dari pusat kajian satwa liar (PKSL) divisi hewan akuatik fakultas kedokteran hewan Unsyiah, dan tokoh konservasi penyu, Amri dari Desa Bantayan, Kecamatan Seunuddon, Aceh Utara.

Setelah penyampaian materi dilaksanakan sesi agenda diskusi, tanya jawab dan penyusunan kesepahaman mengenai Komitmen Bersama dalam Perlindungan dan Pelestarian Penyu dan konservasi kawasan mangrove.

Acara diakhiri dengan membuat Komitmen Bersama dalam Perlindungan dan Pelestarian Penyu di Aceh Utara.

Terpisah, Kabid Tangkap, Rawan Rusmawijaya, ST menuturkan bahwa penyu adalah komponen penting dalam rantai makanan. Namun banyak ancaman besar yang menghantui populasi penyu, mulai dari sektor perikanan hingga konsumsi manusia dan penangkapan liar.

"Tak jarang ancaman itu berasal dari manusia sendiri. Eksploitasi penyu dan telur penyu di pantai misalnya," tambah dia.

Masih kata Rawan, untuk menyelamatkan populasi penyu, sedikitnya ada beberapa cara sederhana yang bisa dilakukan warga dan wisatawan, yakni dengan tidak membuang sampah sembarangan dan mendukung ecotourisme yang berkelanjutan, yang tahu betul sifat alami dari penyu. 

"Terakhir, adalah ikut meningkatkan kesadaran komunitas sekitar tentang pentingnya eksistensi penyu dan kelestarian kawasan Konservasi Mangrove," jelasnya. 

Rawan menambahkan, DKP Aceh Utara dan PHE NSO akan melakukan survei untuk menentukan status populasi, perlindungan dan pelestarian penyu serta Kawasan Konservasi Mangrove. "Kami juga menetukan strategi konservasi berbasis data, serta melakukan sosialisasi dan peningkatan kapasitas masyarakat," tutup Rawan. 

Untuk diketahui, beberapa tempat penyu Belimbing sering dijumpai bertelur di Kabupaten Aceh Utara, disntaranya di sepanjang pesisir pantai wilayah timur Desa Bantayan Kecamatan Seunuddon dan wilayah pesisir pantai Kecamatan Tanah Jambo Aye.

Reporter : Azhari
Editor : Abdul Hakim
444
Berita Sebelumnya Sebanyak 558 Guru PNS di Mubar Akan Terima Dana Sertifikasi Triwulan Kedua
Berita Selanjutnya Dinilai Lalai, Tiga Kali Hiu Tutul Masuk ke Kanal PLTU Paiton

Komentar Anda