Portal Indonesia
Habibie

Diduga Selingkuh, 2 Oknum PNS di Purworejo Dilaporkan ke Polisi 

berita terkini
SR (tengag) didampingi tim dari Lembaga Bantuan Hukum
ramadhan

PORTALINDONESIA.NET, PURWOREJO - Seorang pria berinisial RS (48) warga Desa Pacor, Kecamatan Kutoarjo, Kabupaten Purworejo melaporkan seorang wanita dan lelaki lain yang diduga melakukan perselingkuhan. Kedua terlapor adalah pegawai negeri sipil (PNS) di Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. 

Diketahui, RS melaporkan istrinya yang berinisial EAN (40) warga Desa Pacor, Kecamatan Kutoarjo, Kabupaten Purworejo dan seorang lelaki berinisial AY (45) warga Desa Rowobayem, Kecamatan Kemiri, Kabupaten Purworejo ke Polres Purworejo pada Jumat (21/6/2019) lantaran diduga EAN dengan AY melakukan perselingkuhan. EAN sendiri berstatus sebagai guru di sebuah SMK, sedangkan AY merupakan kepala sekolah sebuah SMP di Purworejo.

"Ini saya ke sini mau melapor ke polisi karena istri saya selingkuh dengan laki-laki lain. Istri saya guru, PNS di SMK, kalau yang selingkuhannya itu kepala sekolah SMP statusnya juga PNS," kata RS ketika ditemui awak media di Polres Purworejo, Jumat (21/6/2019).

Sebelum dilaporkan ke polisi, kedua pelaku sempat digerebek warga di sebuah rumah yang dibeli oleh EAN. Karena kepergok, akhirnya kedua pelaku pun mengakui bahwa mereka memang menjalin hubungan khusus.

"Setelah itu, kami selesaikan secara kekeluargaan dan mereka berjanji tidak akan mengulanginya lagi. Namun lama-lama ketahuan lagi kalau mereka masih berhubungan," lanjutnya.

Akhirnya RS melaporkan kasus tersebut ke polisi untuk diproses secara hukum. Tidak hanya kasus dugaan perselingkuhan, RS juga akan melaporkan kasus dugaan pemalsuan dokumen lain termasuk dokumen proses pindah domisili yang dibuat istrinya.

Dari pernikahan antara RS dan istrinya, telah dikaruniai dua orang anak. Namun EAN tetap menjalin hubungan spesial dengan AY yang juga sudah berkeluarga.

"Saya sudah sabar demi anak-anak kami. Tiga tahun nunggu agar keadaan membaik, tapi ternyata mereka masih berhubungan. Padahal selingkuhannya itu juga sudah berkeluarga. Sampai sekarang saya yakin mereka juga masih berhubungan, makanya saya laporkan ke polisi termasuk kemungkinan ada pemalsuan dokumen istri saya yang sekarang pindah domisili," ungkap RS. 

Sementara itu, tim dari Lembaga Bantuan Hukum, Ma'sun yang mendampingi RS berharap agar kasus tersebut dapat diproses secara hukum. Tidak hanya menuntut keadilan, namun langkah tersebut agar pelaku benar-benar jera karena sudah berulang kali mengingkari janji.

"Harapannya, dugaan kasus perselingkuhan ini bisa diproses. Karena menurut pelapor, kedua terlapor sampai sekarang masih berhubungan bahkan sampai punya anak. Kemudian terkait adanya dugaan pemalsuan dokumen pindah domisili, nanti kita kaji dulu lebih lanjut," bebernya.

Reporter : Fauzi
Editor : Abdul Hakim
444
Berita Sebelumnya Lagi, DPRD Kabupaten Probolinggo Gelar Rapat Paripurna
Berita Selanjutnya Modus Penipuan Baru, Gunakan Struk Transferan Palsu Terjadi di Banyumas

Komentar Anda