Portal Indonesia
Habibie

Usai Hasil Penghitungan Manual Diumumkan, Dr. Ahmad Salehudin: Alhamdulillah 

berita terkini
Dr. Ahmad Salehudin, S.Th.I.,M.A.
ramadhan

PORTALINDONESIA.NET, YOGYAKARTA - Setelah KPU merampungkan semua penghitungan manual tadi malam, dan mengumumkannya pada Selasa (21/5/2019) dinihari sekitar pukul 02.00 WIB, jutaan masyarakat dan berbagai kalangan merasa lega dan bersyukur atas proses panjang dalam perolehan hasil suara yang telah ditetapkan KPU tersebut. 

Bentuk syukur ini, diantaranya disampaikan oleh Dr. Ahmad Salehudin, S.Th.I.,M.A, Dosen UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, kepada Reporter media Portalindonesia.net, Selasa (21/5/2019) sekitar pukul 18.07 WIB. 

Berikut yang disampaikan Dosen UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Dr. Ahmad Salehudin, S.Th.I.,M.A, Dosen UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta : 

Alhamdulillah, pagi ini bahagia sekali. KPU mengumumkan 01 Jokowi-KH Ma'ruf menang pilpres dengan perolehan suara 55,50%. LUAR BIASA.

Jauh sebelum pendafataran capres, saya sudah membayangkan bahwa Jokowi akan menang mudah karena program-programnya selama lima tahun sangat nyata terasa. Jalan tol yang menghubungkan negeri, sertifikat tanah, PKH yang secara tepat membantu masyarakat miskin, dan kebijakan pro rakyat lainnya. Oleh karena itu, ketika presiden Jokowi memilih Rois Syuriah NU KMA saya agak terkejut, ADA APA dan MENGAPA? 

Seiring berjalannya waktu, saya menyadari dan membenarkan pilihan presiden Jokowi. Hasil pembangunan dan kebijakan-kebijakan pro rakyat Jokowi ternyata tidak dapat dibarter dengan suara rakyat. Mereka abai terhadap itu semua. Mereka lebih percaya isu PKI, antek China, dan anti Islam. Dan kehadiran KMA menjadi jangkar Presiden JOKOWI untuk mendapatkan mandat rakyat untuk kedua kalinya.

Jokowi dan KMA menang di daerah-daerah dimana NU, abangan, dan non Islam solid, dengan Jatim dan Jateng menjadi penyumbang suara terbesar. Saya jadi teringat, sehari setelah pencobolosan, dimana QC semua lembaga survey yang kredibel memenangkan 01. Saya ke pasar menggunakan jaket Banser. Ada orang separuh baya menyapa, "terimakasih atas dukungan NU dan Banser untuk Presiden Jokowi. Saya Banser juga, Banser Merah", saya hanya ketawa sambil membatin, sejak kapan ada Banser merah haha..

Jika bukan KMA dan NU yg menemani Jokowi, mungkin Presiden Jokowi sudah tergilas. Bukan karena program2 yg dijalankan tidak bermanfaat kepada masyarakat, sangat bermanfaat, tetapi semburan hoax yang maha dahsyat telah mengaburkan hasil kerjanya yang luar biasa. Disinilah keberadaan KMA dan NU menjadi faktor penentu. 

Pilihan KMA menjadi Capres tentu bukan semata-mata politik elektoral, tetapi merupakan manifestasi politik kebangsaan. Tidak saja untuk memenangkan pertarungan elektoral, tetapi juga untuk menjaga agar Islam terus menjadi Rahmatan Lil Alamain. Jadi kalau ada pengamat atau peneliti yg ingin menegasikan, NU faktor dalam kemenangan Pilpres 2019, pasti analisisnya tidak dibangun diatas landasan kepakaran, tetapi karena kebenciannya kepada NU, dan tentu saja takut tidak kebagian tempat duduk di kereta.

Selamat Presiden Jokowi,
Selamat Wapres KH ma'ruf Amin,
Selaat Warga NU,
Selamat untuk semua warga Negara. (*)

Reporter : Muhammad Hidayat
Editor : Abdul Hakim
444
Berita Sebelumnya Bupati Agas: Jiwa Nasionalisme Dalam Semangat Membangun Daerah.
Berita Selanjutnya Polres Ponorogo Panen Tersangka Berbagai Kasus

Komentar Anda